Program Swakelola Tidak Tepat Sasaran



SIDOARJO, SMN - Pelaksanaan program rehabilitasi ruang kelas rusak dalam rangka pemenuhan sarpras dunia pendidikan, disinyalir menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan. Dimana, dalam pelaksanaannya harus di kerjakan sendiri oleh pihak sekolah dan komite dengan peran serta masyarakat dalam rangka pemberdayaan dan gotong royong.
Di kabupaten Sidoarjo, sebanyak 183 lembaga pendidikan mulai tingkat SD-SMA menerima bantuan pola swakelola dengan penanggung jawab para kepala sekolah. Namun dibeberapa sekolah, pelaksanaan rehab bantuan sosial ini dikerjakan oleh rekanan. Sehingga rasa memilki serta kepedulian terhadap bagunan sekolah dari komite dan masyarakat berkurang.

Pudji Rahayu, kasi sarpras dinas pendidikan Sidoarjo mengatakan program swakelola harus dikerjakan oleh kepala sekolah bekerja sama dengan komite dan masyarakat. Tidak diperbolehkan pihak ketiga, apalagi konsultan. Masak merencanakan, mengerjakan dan mengawasi suatu pekerjaannya sendiri, itu tidak boleh.
Di akhir tahun 2012 lalu, 92 lembaga pendidikan SD dan sederajat yang mendapat bantuan rehab ruang kelas rusak di Sidoarjo, sejumlah oknum kepala sekolah lebih mempercayai pemborong dan konsutan dari pada wali murid dan komite dalam pelaksanaannya. Alhasil, bantuan dari pusat ini kurang memperhatikan mutu dan estetika beberapa lama kemudian.
Informasi yang berhasil dihimpun, diduga rehab beberapa sekolah dilakukan oleh pemborong. Seperti di SDN Sumokali dan Jambangan (Candi). Bahkan di SDN Gading (Krembung) membawa korban luka akibat tertimpa kuda-kuda ini dikerjakan oleh konsultan perencana. Ironisnya dinas pendidikan Sidoarjo terkesan menutup mata.
Menyikapi kejadian itu, Pudji menegaskan sekali lagi tidak boleh dikerjakan oleh pihak diluar sekolah. Itu hak dan kewajiban kasek sebagai penanggung jawab kegiatan ini dibantu komite, Apalagi oleh konsultan, sangat tidak diperbolehkan.
Kejadian di SDN Gading, seyogyanya menjadi ukuran sejauh mana kemampuan teknik konstruksi para kepala sekolah. Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap para pekerja yang luka akibat tertimpa matrial sekolah. Belum lagi mutu matrial yang digunakan.
Anang Sudiono, kasek SDN Sumokali belum bisa memberikan keterangan terkait dugaan pelaksanaan rehab ruang kelas rusak yang dikerjakan oleh pemborong.
P. Anang tidak ada, mungkin ke SDN Jambangan , karena juga merangkap disana, ujar pria berpakaian dinas sembari memberitahu no telepon kaseknya.
Saat didatangi ke SDN Jambangan, yang berjarak sekitar 1500 m arah barat SDN Sidodadi, kasek Anang juga tidak ada. Ternyata di sekolah itu, ada kegiatan pembangunan gedung baru. Dimana gedung menghadap ke utara itu juga merupakan program bansos dengan pola swakelola. (gus)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Program Swakelola Tidak Tepat Sasaran"


KLINIK KANG JANA

KLINIK KANG JANA