Pengembangan Tebu di Madura Disbun Gandeng BUMN


SURABAYA, SMN - Hingga kini Pemprov Jatim melalui Dinas Perkebunan terus menggandeng sejumlah BUMN untuk membudidayakan tebu di Madura, tepatnya di Sampang dan Bangkalan. Beberapa di antaranya, yakni PT Perkebunan Nusantara X dan XI. Bahkan, untuk mendukung pengembangan tebu tahun ini bakal didirikan tiga koperasi.
Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir Moch Samsul Arifien saat dikonfirmasi, mengatakan, dari tiga koperasi itu, dua didirikan oleh PTPN XI dan satu unit oleh PTPN X. "Koperasi ini dibentuk guna membantu petani tebu baru dalam memperoleh bibit dan pupuk agar pengembangan tebu Madura lebih efektif," katanya.
Ia menuturkan, pembentukan tiga koperasi itu telah disetujui kedua PTPN. Kini, kata dia, hanya tinggal proses realisasinya saja. Bahkan, tak hanya mendirikan koperasi. Jika pengembangan tebu di Madura ini berhasil, PTPN X yang kini tengah aktif mengembangkan tebu seluas lebih dari 500 hektar itu, menyatakan siap untuk membangun pabrik gula di Madura.
Kepala Bidang Perencanaan Produksi PTPN X, DD Poerwanto mengatakan, pembangunan PG baru di Madura bisa saja dilakukan dua atau tiga tahun mendatang, asalkan ketersediaan tebu bisa terpenuhi. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan lebih memaksimalkan upaya pengembangan tebu terlebih dahulu sebelum membangun PG baru.
Ia menuturkan, rencana pembangunan PG baru itu telah matangkan. Bahkan, menindaklanjuti keseriusan membangun PG itu, beberapa waktu lalu pihaknya mendatangkan konsultan asal India. “Kami sudah datangkan konsultan dari India, dia menjelaskan potensi terbaik untuk dibangun PG di Madura itu di wilayah antara Ketapang dan Banyuates yang lokasinya di antara Bangkalan dan Sampang,” katanya.
Penentuan target lokasi itu, lanjut dia, karena memiliki akses jalan yang lebih mudah dan bagus, ketersediaan air cukup bagus, dan resiko terjadinya banjir sangat kecil. Kini, dengan adanya Jembatan Suramadu, maka bisa dipastikan akses jalan untuk pengembangan tebu dan pendirian PG baru sangat portensial.
Jauh sebelum adanya Jembatan Suramadu, pada 1992, PTPN X juga sempat mengembangkan tebu di Madura, khususnya daerah Sampang. Saat itu, tebu yang dihasilkan cukup bagus dan rendemennya (kadar gula dalam tebu) mencapai 8,4 persen. Sehingga pengembangan saat ini, kendati kondisi tanah sudah berbeda, diharapkan hasilnya bisa tetap bagus.
Menurut dia, untuk bisa membangun PG baru, dari 60 ribu hektar lahan yang potensial untuk lahan tanam tebu, pihaknya menargetkan bisa menamam 20 ribu hektar. “Untuk bisa menanam 20 ribu hektar itu sangat mudah, karena ketersediaan lahan sudah ada, dan kini hanya tinggal merekayasa tanah yang kualitasnya kurang bagus agar hasil tebu bisa maksimal,” tuturnya.
Adapun tanah di Madura saat ini merupakan tanah tegalan dan lahan tidur (lama tidak difungsikan) dan unsur haranya rendah. Untuk bisa ditanami tebu, maka perlu dibajak dengan traktor ukuran diatas 120 horse power dan diberi pupuk kompos. Untuk memenuhi itu, kini pihaknya tengah mengupayakan, kendati masih kekurangan jumlah traktor, karena lahan garapan yang cukup luas.(mul)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Pengembangan Tebu di Madura Disbun Gandeng BUMN"


KLINIK KANG JANA

KLINIK KANG JANA