Panen dan Temu Lapang Demplot Penggunaan Pupuk Phonska dan Petroganik Desa Mojowarno

Bupati Jombang
Jombang, SMN
Berbarengan dengan waktu jelang panen raya, Bupati Jombang Drs.H.Suyanto, MM menggelar temu lapang dan diskusi dengan para petani di Desa Karang Luh Kecamatan Mojowarno Jombang pada Kamis (3/3) siang. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan simbolis pemotongan hasil tanaman padi yang menggunakan pupuk Phonska dan Petroganik.
Hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pertanian Jombang Drs.Suhardi bersama beberapa Camat dan segenap pejabat lingkup Pemkab. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Direktur Utama PT Petrokimia Gresik produsen pupuk bersubsidi Phonska dan Petroganik.
Bupati Suyanto ketika membuka agenda tersebut membeberkan kemajuan Dinas Pertanian dibanding dengan Dinas lainnya yang saat ini telah memiliki Laboratorium Tanah. “Dinas Pertanian memang lebih maju dari Dinas lain dan bisa membangun Lab Tanah yang dapat mendeteksi kandungan dalam tanah milik masing-masing poktan sehingga kita bisa tahu tanah di Jombang ini banyak mengandung nitrogen atau senyawa lain” tegasnya.
Pemkab, lanjut Suyanto, wajib memfasilitasi release bibit unggul karena bibit unggul dirasa sangat berpengaruh dalam keberhasilan pertanian. “Kalau bibit yang gagal tapi tetap ditanam, yang salah bukan petaninya tapi Dinas Pertanian karena tidak memberikan keterangan tentang bibit unggul” kata Suyanto.
Ir Hidayat, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik menjelaskan keunggulan pupuk Phonska dan Petroganik sangat kentara dibanding pupuk lain. Selain mengandung NPK dan S atau Nitrogen, Kalium, Fosfat dan Sulfur yang sangat dibutuhkan oleh tanah bentuk pupuk yang berupa granul sangat mudah larut dalam air.
Panen padi
“Petrokimia adalah produsen pupuk terbesar di Asia dengan produksi pupuk 5,6 juta ton per tahun. Petroganik adalah pupuk yang dikembangkan Petrokimia bekerjasama dengan 178 investor di Indonesia, di Jatim ada 80 investor dan di Jombang ada 4 yang tersebar di Kecamatan Jombang, Kabuh, Peterongan dan Kudu” jelas Hidayat.
Lebih lanjut Hidayat mencontohkan gabah yang menggunakan pupuk Phonska dan Petroganik jumlah per demplot sekitar 9,1 ton per hektar sedangkan yang menggunakan pupuk lain hanya 7,72 ton per hektar. “Jika diselisihkan keuntungan petani sampai 10 juta dan yang menggunakan pupuk lain hanya 7 juta ada selisih keuntungan sebesar 3 juta rupiah” tambah Hidayat.
Hidayat berharap penyerapan pupuk bersubsidi dapat terserap maksimal di Jombang. Saat ini stok pupuk di Jombang masih aman. Untuk jenis ZA masih tersedia 1300 ton, Phonska 300 ton dan Petroganik 4000 ton. (puji)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Panen dan Temu Lapang Demplot Penggunaan Pupuk Phonska dan Petroganik Desa Mojowarno"


KLINIK KANG JANA

KLINIK KANG JANA