Ulah Konyol Darmadi, Kades Payaman, Stempel ‘RD Jaya’ Tidak Laku di Kecamatan

Beredarnya stempel toko bangunan ‘RD Jaya’ disalah satu formulir permohonan pembuatan KTP mampu mengocok perut masyarakat di tengah-tengah himpitan harga kebutuhan pokok yang membumbung tinggi, disebuah warung kopi di Desa Payaman Kecamatan Plemahan Kediri, Darmadji pun Geram menanggapi kepemilikan stempel toko bangunan.
Kediri, SMN – Guyonan lucu tetapi memalukan birokrasi di tingkatan pedesaan, ada-ada saja ulah konyol yang dilakukan seorang Kepala Desa, ketika salah seorang warganya hendak membuat perpanjangan KTP baru. Setelah pemohon mengisi formulir data untuk pembuatan KTP, formulir tersebut dibubuhkan stempel dari Kades setempat, awalnya memang tidak ada yang aneh.
Merasa persyaratan dianggap lengkap, pemohon KTP segera bergegas menuju Kecamatan untuk mengurus KTP, Begitu kagetnya pemohon (Zamri Zam - Zam) seorang petani kala itu disuruh kembali oleh pihak Kecamatan, Pemohon baru mengetahui alasannya saat petugas Kecamatan menunjukkan stempel yang dibubuhkan dalam formulir pemohon bukan stempel Kades melainkan stempel toko bangunan ‘RD Jaya’ milik Ratno Saputro.
Darmadji, Kepala Desa Payanan Kecamatan Plemahan Kediri ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut tidak menyangkal adanya kesalahan konyol dirinya dalam memberikan stempel permohonan KTP. Menurutnya itu terjadi karena kepanikan ketika hendak membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Desa tersebut. “saya memang salah memberikan stempel, tetapi itu bukan kesalahan yang fatal”, belanya.
Darmadji mendadak geram dan temperamental saat ditanyakan mengapa pihaknya sampai mempunyai stempel toko bangunan ‘RD Jaya’, suatu sikap yang tidak patut ditunjukkan seorang Kepala Desa atas reaksi dari pertanyaan wartawan saat hendak mengklarifikasi. “stempel itu pas kebetulan saya pinjam 3 hari untuk menyelesaikan SPj dan saya sudah bilang ke toko itu,” elaknya.
Anehnya, Ratno, pemilik toko menyatakan yang sebaliknya daripada penjelasan Kades temperamen tersebut, Ratno atau biasa disebut Pak Dar saat ditemui dirumahnya yang sekaligus toko ‘RD Jaya’ mengatakan tidak pernah mempercayakan stempel tokonya itu kepada siapa saja. “Saya tidak pernah memberikan Stempel toko saya kepada Darmadi sebagai Kades Payaman, memang Desa tersebut kalau belanja material bangunan selalu kesini,” jelasnya.
Sontaklah Darmadi naik pitam saat dimintai tanggapan seputar kepemilikan stempel yang digunakan untuk mengurus pembuatan KTP warganya beberapa waktu lalu. “ya sudah, kalau mau melaporkan, ok saya siap, laporkan saja,” singkatnya sambil berlalu.
Dengan reaksi ‘amatiran’ berlebihan yang dipamerkan Darmadi, ada apa dibalik kepemilikan stempel tersebut, mungkinkah ada suatu hal lain yang dilakukan Kades Payaman dengan berbekal kepemilikan stempel toko bangunan yang toko itu juga bukan merupakan miliknya. terindikasi kuat di Desa Itu disinyalir atau paling tidak memiliki peluang untuk melakukan praktek dugaan markup anggaran setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan Desa tersebut. Menarik untuk diikuti dalam edisi-edisi selanjutnya. Sungguh mengherankan seorang Kepala Desa menggunakan stempel toko bangunan untuk pengantar pembuatan KTP dan mengganggap kesalahan tersebut hanya kesalahan sepele. (her)

NB : foto 2 menjelaskan terjadi kesalahan men-stempelnya. Mungkin bias di insert. tq
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Ulah Konyol Darmadi, Kades Payaman, Stempel ‘RD Jaya’ Tidak Laku di Kecamatan"


KLINIK KANG JANA

KLINIK KANG JANA