Hanif Setyo Budi, Sukses di Duta Network, Dulu Tukang Pel Kini Jadi Jutawan


Hidup memang penuh dinamika, iramanya selalu berubah seiring perjalanan waktu. Begitu pula dengan nasib dan liku-liku perjalanan hidup seseorang tiada yang dapat meramalkan. Seperti kisah hidup Hanif Setyo Budi seorang OB (Office Boy) di sebuah hotel tertua di Ponorogo yang kini sukses di dunia network marketing. Jaringan bisnisnya sudah menggurita hingga ke mancanegara. Komisi ratusan juta rupiah kini diraihnya. Ramah, selalu membangun kebersamaan dengan mitra kerja dan fokus dalam bidang yang digeluti jadi kunci sukses baginya.

Ponorogo, SMN - Sosoknya sederhana namun berkarisma. Mengenakan jas hitam semakin menambah aura dan wibawanya. Sekilas ada kesan angker di wajahnya namun kalau sudah ngobrol dia adalah seorang yang ramah dan mudah akrab dengan siapa saja. Dialah Hanif Setyo Budi anak asli Ponorogo yang kini sukses di Duta Network. Saat SMN menemui disela-sela acara DOP (Duta Oportunity Presentation) nampak kesibukannya bersama mitra kerjanya. Meski kelihatan low profile namun jangan salah, bila dia sudah berdiri didepan forum semangatnya menyala-nyala.
Teriakan yel-yel yang terlontar dari mulutnya merupakan pembakar semangat bagi mitra-mitranya untuk terus maju dan meraih kesuksesan. “Ma’af ya mbak kalau harus menunggu lama, yaa...beginilah aktifitas saya bersama rekan-rekan, “katanya saat menemui SMN di sela sela acara DOP. Kemudian diapun menceritakan awal mula dia bergabung dengan bisnis yang telah mengantarkannya ke gerbang kesuksesan. “Saya tertarik dengan duta network karena bisnis ini mudah disampaikan kepada masyarakat dan produknya merupakan kebutuhan pokok yang diperlukan setiap orang, “tuturnya mengawali pembicaraan.
Nampak dia merenung sejenak mengenang kembali ke masa silam awal dia menjalani bisnis ini. Menurutnya di jaman yang serba canggih ini siapa yang tidak punya HP (Handphone), mulai tukang becak, tukang sayur, kuli bangunan, anak sekolah dan pejabat semua menggunakan alat komunikasi ini. Otomatis semua akan butuh pulsa, jadi pulsa merupakan kebutuhan pokok bagi semua orang. Berjualan pulsa seperti di counter sudah menjadi hal biasa namun bagaimana memanfaatkan peluang bisnis yang ada supaya menghasilkan yang luarbiasa.
Duta Network jawabannya, dengan sistem Progressif Index (bagi hasil) maka menjadikan sistem marketing plan yang kuat, kokoh, tangguh dan teruji. “Belum ada tiga tahun mbak, saya menjalankan bisnis ini tapi karena saya serius dan fokus maka hasilnya luarbiasa, semua impian saya sudah tercapai kini mobil dan rumah idaman pun sudah saya dapatkan, “jelasnya. Namun semua bukan semudah itu mendapatkanya, liku-liku perjalanan membangun jaringan dan di hina orang adalah hal yang biasa baginya. Berkat keuletan dan kegigihannya kini jaringannya sudah merambah hingga ke manca negara. “Alhamdulillah mbak..perkembangan jaringan mitra saya dari Sabang sampai Merauke bahkan kini merambah ke Malaysia, Hongkong, Taiwan, Korea dan Singapura, “imbuhnya dengan bangga.
Semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kekompakan team merupakan kunci utama keberhasilannya. Kini perkembangan teamnya yang diberi nama Duta Reyog Gempar (DRG) semakin luarbiasa. Kiat yang dia terapkan agar team DRG tetap solid adalah smile atau selalu tersenyum dengan siapa saja, tut wuri handayani akan kemauan para mitranya dan fokus dalam menjalankan bisnis ini. “Karena bisnis ini hasilnya spektakuler maka saya pertaruhkan segalanya disini baik fisik maupun materi, “jelasnya. Untuk saat ini Hanif sudah mencapai komisi Rp. 1.800.000,- per hari bahkan pernah mencapai Rp. 4.600.000,- sehari. Tentu suatu penghasilan yang spektakuler bila dibanding dengan bisnis disektor lainnya.
Gegap gempita sorak sorai para mitra DNI masih terdengar dari aula, aku meraih segelas teh hangat yang tersaji didepanku. Matahari yang makin tinggi panasnya menghangatkan suasana siang itu. Meski hampir satu jam ngobrol dengan sosok yang luarbiasa ini tapi seakan tidak akan kehabisan bahan untuk berbincang. Diusianya yang masih relatif muda Hanif sudah meraih segalanya berkat kegigihan dan keuletannya menekuni sebuah usaha. Hal yang patut dicontoh oleh generasi muda sekarang ini.
Semua usaha pasti ada suka dukanya, termasuk juga bisnis duta network yang digeluti Hanif. Dihina, dicemooh dan ditolak calon mitra merupakan hal biasa baginya justru hal itu merupakan cambuk agar dia lebih gigih lagi berusaha. “Kebahagiaan yang tak ternilai harganya adalah berkat duta network saya bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat, padahal saya hanyalah seorang OB, “katanya penuh haru. Bahkan Mayjend Edy Purnomo dari Lanud Iswahyudi pun gabung dengan bisnis ini. Sungguh suatu kebanggaan baginya, menurutnya kalau bukan duta network mustahil dia bisa merangkul orang-orang kelas menengah keatas untuk masuk ke dalam jaringan bisnisnya.
Ditanya mengenai pandangan miring masyarakat tentang bisnis multilevel marketing yang terkesan menguntungkan yang diatas, secara diplomatis Hanif menjawab bahwa semua bisnis pasti menguntungkan yang diatas. Tergantung orang menilainya darimana. “Semua usaha pasti dimulai dari bawah termasuk saya mbak, namun ketika sudah sukses maka jangan lupa dengan mitra yang masih dibawah dan saya mesti berusaha bagaimana mereka juga bisa sukses seperti saya, “jelasnya bersemangat. Hal inilah yang membuat team DRG makin solid dan berkembang.
Makin lama ngobrol dengan dia makin menambah kekagumanku. Bukan keuntungan pribadi yang ingin didapatkannya namun juga keikhlasannya untuk mensukseskan para mitranya. Hanif juga berharap kepada masyarakat agar mengambil setiap peluang usaha yang ada jangan ditunda. “Kalau kita memilih suatu usaha jangan dilihat hasilnya namun lihatlah kekuatan bisnisnya dengan begitu usaha itu akan membuahkan hasil yang memuaskan, “imbuhnya. Seperti dia yang memilih duta network yang kekuatan bisnisnya bisa diandalkan. “Saya yakin sekali dengan duta network mbak, buktinya setiap program perusahaan yang dicetuskan pasti direalisasikan“, katanya dengan mantab.
Dia mencontohkan kini DNI sudah menjalin kerjasama dengan bank Mandiri Syari’ah, kalau duta network bisnis yang amatiran tidak mungkin bank Mandiri mau bekerjasama. Dan bulan Juni ini duta network akan launching DDC Link di kabupaten Ponorogo. DDC Link merupakan aplikasi bisnis duta network di bidang konvensional berupa minimarket. Dimana khusus bagi mitra-mitra duta akan mendapat diskon yang menarik bila berbelanja disini. “InsyaALLOH bulan Juni saya akan launching DDC Link di Ponorogo mbak, nggak banyak cuma enam, semoga dengan adanya DDC Link ini akan mempermudah bagi mitra-mitra saya untuk berbelanja dengan harga yang murah dan barang yang berkualitas”, pungkasnya.
Orang mengatakan hidup adalah pilihan, seperti Hanif yang telah memilih duta network sebagai usaha yang ditekuninya. Apapun pilihan kita pasti menuntut konskuensi. Asal kita ulet, tekun dan fokus pada bidang yang kita geluti pasti akan memberikan hasil yang memuaskan. Seperti keuletan dan kegigihan Hanif menjalankan bisnis duta network yang telah merubah hidupnya dari seorang pel menjadi jutawan yang bergelimang uang. (Any)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Hanif Setyo Budi, Sukses di Duta Network, Dulu Tukang Pel Kini Jadi Jutawan"


KLINIK KANG JANA

KLINIK KANG JANA