Oknum Perhutani Probolinggo Bawa Truk dan Kayu Milik Warga


Kantor Perhutani
Probolinggo, SMN - Terjadi pada tanggal 22 Maret 2011 yang lalu. Saat itu sekitar jam 23.00 wib, Niman seorang sopir Truk yang mengangkut kayu ini telah merasa capek dan bermaksud istirahat. Maka Niman pulang kerumahnya dengan membawa Truk yang berisi kayu tersebut dan diparkir di depan rumahnya. Karena terlalu capek dan keburu masuk rumah untuk tidur, sehingga terlupakan Kontak dan Surat Dokumen Kayu di atas mobilnya. Sekitar pukul 02.00 dini harinya, Niman terbangun dari tidurnya karena mendengar bunyi mobilnya. Maka Niman (Sopir) keburu bangun dan keluar rumah. Ternyata mobil truknya sudah raib digondol maling. Dengan panik, Niman menelpon Marno (pemilik kayu) dan mereka berdua mengejar truknya dengan menggunakan sepeda motor. Tak terlalu lama maka terkejarlah maling tersebut dan dihadang mereka berdua. Setelah berhenti ternyata maling tersebut dikenali oleh mereka berdua bernama Asmad seorang petugas Perum Perhutani.
Setelah ditegor dan terjadi perdebatan maka Asmad mengajak mereka ke kantor Asper wilayah Krucil untuk koordinasi. Tetapi Niman dan Marno menolak dengan alasan kayu tersebut berdokumen lengkap dan Asmad membawa Truk yang berisi kayu tanpa membertahukan lebih dahulu. Maka pada tanggal 22/03/2011, Niman dan Marno didampingi kuasa hukumnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Krucil. Tetapi laporannya ditolak atau tidak diterima. Atas ditolaknya laporan tersebut maka mereka langsung lapor ke Polda Jatim dan oleh Provam Polda dilimpahkan ke Provam Polres Kabupaten Probolinggo. Setelah kejadian tersebut sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai hilangnya Truk tersebut. Niman / Marno mengatakan pernah dipanggil dan diperiksa oleh petugas Perum Perhutani.
Petugas atau oknum Perhutani yang bernama Asmad tersebut memang telah terbukti melakukan tindakan yang menyalahi prosedur, baik prosedur Hukum maupun Etika Kedinasan. Namun apa yang sudah dilakukan oleh Perum Perhutani Probolinggo sampai saat ini belum ada, bahkan menurut Marno, truk dan kayunya masih ditahan oleh Perhutani. Hal ini menurutnya sangat merugikan, karena Marno merasa belum ada tindakan Hukum. Maka Marno meminta dukungan kepada Team Pemantau Independen yang ada di Probolinggo guna mendampingi untuk menanyakan perkara tersebut ke Polres Probolinggo dan ditemui oleh Aiptu Samiran selaku Penyidik Propam. Dijelaskan  oleh Aiptu Samiran bahwa perkara tersebut masih dalam proses penyidikan dan untuk Internalnya atau anggota polisi yang tidak mau menerima laporan ditangani oleh Propam, tetapi bila ada unsur Pidananya atau perkara Externalnya akan di tangani oleh Reskrim. Lebih lanjut Aiptu Samiran menjelaskan bahwa perkara tersebut ditangani secara serius dan dalam waktu dekat akan ditingkatkan statusnya.                             
Suara Media Nasional mengklarifikasi pihak Perhutani yang saat itu langsung ditemui oleh Kepala Perum Perhutani Probolinggo dan oleh beberapa Stafnya yang menjelaskan bahwa  pihak Perhutani dalam hal ini membantah bahwa apa yang dilakukan sudah Sesuai Dengan Prosedur, lebih lanjut para Stafnya menjelaskan bahwa Petugas tersebut sebelum melakukan pengambilan Truk Kayu sudah koordinasi lebih dahulu dengan fihak Kepolisian, dan setelah diselidiki Dokumen Kayu milik Marno ternyata tidak sesuai dengan Kayunya dan bisa dikatakan Palsu.
Staf tersebut juga menjelaskan bahwa setelah Dicek oleh Petugas kelapangan ternyata kayu yang ada ijin tebangnya tersebut masih Berdiri Tegak dan yang menjadi pertanyaan Kayu Darimana yang ditebang tersebut ?
Kepala Perum Perhutani H. Zainudin juga mengatakan bahwa “Perhutani bekerja semaksimal mungkin untuk memberantas illegalloging, dan sudah lebih sepuluh yang berhasil ditangkap “ dan STAFnya menunjukan bukti bukti kasus yang diprosesnya.
Memang perkara tersebut masih dalam proses dan Marno/Niman terus menunggu kelanjutannya, yang menjadi pertanyaan Marno adalah : Aapakah sudah betul perhutani menyita barang milik warga, tanpa ada pemberitahuan lebih dulu ? Apa lagi dilakukan malam hari saat yang punya barang sedang tertidur lelap ? Menurut Marno ini tidak ada bedanya dengan maling. (edy)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Oknum Perhutani Probolinggo Bawa Truk dan Kayu Milik Warga"


KLINIK KANG JANA

KLINIK KANG JANA