Lempari Batu, Cek Kesiapan Dalmas


Kediri, SMN - Berbagai tragedi yang terjadi di Sape, Bima, dan Mesuji, Lampung menjadi bahan evaluasi tersendiri bagi Polres Kediri Kota. Kemarin, mereka melakukan pengecekan kesiapan tim pengendali mas­sa (dalmas) mengantisipasi aksi demonstrasi yang terjadi di Kota Kediri.
Pengecekan dimulai sekitar pukul 07.30 di Lapangan Brimob Sub Detasemen I/ Detasemen C Pelopor Sat Brimobda Jatim di Kediri. Ratusan personel dalmas dan beberapa satuan lainnya diminta meme­ragakan tahapan penanganan massa. Mulai penghalauan tanpa alat hingga penanganan menggunakan tameng dan pentungan saat massa mulai anar­kistis.
"Pengecekan dalmas hari ini untuk memastikan kalau pe­nanganan aksi massa sudah sesuai tahapan yang benar," kata Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro.
Menurutnya, dalam penan­ganan aksi demonstrasi, polisi dilarang melakukan kekerasan. Karena itu, latihan kemarin sekaligus dimaksudkan untuk memberi bekal kepada anggota agar tak terpancing emosinya saat diprovokasi pihak tertentu.
Ratno menyebutkan, jika anggota terpancing dan ikut mela­kukan kekerasan, otomatis akan mendapat sanksi tegas. "Misalnya, anggota reserse terpancing menembak, otomatis akan diproses. Sanksinya pasti dipecat karena hukumannya pasti lebih dari tiga tahun Kan kasihan," sebutnya.
Makanya, pengecekan kesia­pan kemarin juga dimaksudkan untuk melindungi karir kepolisian mereka sendiri. Jika me­reka telah melakukan tahapan penanganan dengan benar, dipastikan tak akan terjadi aksi anarkistis dalam demo. Polisi juga tidak akan terpancing un­tuk melakukan kekerasan. "Aksi anarkistis terjadi karena ada prosedur yang salah. Bisa berasal dari polisi, bisa juga dari masyarakat," tandas Ratno.
Lebih lanjut dia mengatakan, tragedi yang terjadi di Mesuji, Lampung dan Bima, NTB harus menjadi pelajaran sendiri bagi polisi. Jangan sampai hal itu terjadi di Kota Kediri. Dia juga sudah bertekad untuk mem-bentuk anggotanya sebagai polisi yang humanis dan lebih dekat dengan masyarakat. "Kembali dari sini, cek anggota masing-masing. Kuasai emosi agar bisa bertugas dengan baik," tegas Ratno.
Untuk memastikan emosi ang­gotanya tak terpancing, kema­rin Ratno sempat mengetesnya dengan melempari tim dalmas menggunakan batu-batu kecil. Melihat ulah orang nomor satu di Polres Kediri Kota itu, tim dalmas tidak membalasnya. Melainkan, hanya melindungi diri dengan tameng.
Sebelumnya, dalam pidato di depan ratusan anggotanya, kapolres asal Jombang ini juga menekankan agar polisi meng­gunakan konsep Asmaul Husna dalam bertugas. Nama-nama Allah yang baik itu, menurutnya, bisa memunculkan sikap ikhlas dalam melakukan pengabdian. Jika hal itu diterapkan, dia optimistis tak ada kekerasan yang terjadi antara polisi dan masy­arakat.
Selain peragaan penanganan oleh dalmas, dalam acara yang berlangsung hingga pukul 10.00 kemarin, pokes juga menghadirkan belasan mobil patroli yang digunakan untuk mengamankan aksi massa serta berbagai peralatan pendukung pengendalian massa. Demikian pula dengan anjing-anjing ang­gota unit K9 yang turut menunjukkan kebolehannya.
Pada kesempatan itu, para pejabat muspida ikut hadir. Mulai Wali Kota Samsul Ashar, Wakil Wali Kota Abdullah Abu Bakar, Ketua DPRD Wara S. Renny Pramana, Ketua Pengadilan Negeri Mayawati Racayuni, Kepala Kejaksaan Negeri Badri Baedawi, hingga Dandim 0809 Letkol Inf Bambang Sudarmanto.
Ada pula Dan Brigif 16 Kolonel Inf Gatot Sujatmiko. Mere­ka ikut meninjau langsung kesiapan aparat maupun kelengkapan pengendalian mas­sa yang dimiliki oleh Polres Kediri Kota. (kan)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Lempari Batu, Cek Kesiapan Dalmas"


KLINIK KANG JANA

KLINIK KANG JANA