Pupuk Serupa Tapi Tak Sama Resahkan Petani Ponorogo

Ponorogo, SMN
"PLAGIATOR", sebutan yang cocok untuk pembuat pupuk dengan label PHOSKA..Pupuk yang diproduksi Pt DSW tersebut sangat mirip dengan PHONSKA yang diproduksi oleh petrokimia,Gresik.
Mendapat masukan dari masyarakat,dinas pertanian Ponorogo bersama pihak petrokimia dan kepolisian telah berhasil menangkap ratusan zak pupuk serupa tapi tak sama tersebut. Diantaranya telah ditemukan 41 zak di kecamatan sampung,satu pick up di kecamatan Babadan,dan 7 pick up berhasil ditangkap di timur terminal seloaji.Dari tiga tangkapan tersebut, kemudian Dinas pertanian Ponorogo melakukan penelitian mulai dari ijin produksi sampai kandungan unsur yang tertera dalam kemasannya.
Dalam ijin produksinya pupuk yang diproduksi pt dsw itu adalah ni phoska,namun kenyataanya  hanya tertera phoska saja, "jelas ini sudah menyalahi aturan" , terang Harmanto kepala dinas pertanian Ponorogo.Kemudian kandungan unsur-unsur yang dicantumkan pun ternyata sangat kecil sekali yaitu N 1,5 %, P 1,5%, Ca 1,5%, namun kandungan unsur K tidak dicantumkan. Sementara  Phonska yang diproduksi petrokimia gresik semua unsurnya dicantumkan dengan kandungan masing-masing unsur adalah 15%, jadi sangat jauh sekali perbedaanya, yaitu satu berbanding sepuluh, artinya kalau menggunakan 1 zak pupuk dengan merk phonska sama dengan menggunakan sepuluh zak pupuk yang bermerk phoska. Harga phoska berkisar Rp 75.000,- sampai dengan Rp 100.000,- sedang phonska produksi petrokimia gresik harganya mencapai Rp 115.000,- per zaknya.  Perbedaan lainya adalah bahan baku phoska adalah dolomit bukan phospor, granul phoska lebih halus dan banyak hancurnya, sementara phonska lebih padat dan tidak lembek. Warna phoska dominan orange,kalau phonska orange kekuning-kuningan, aroma phoska cenderung wangi sedangkan phonska lebih menyengat (sengak, jawa red).
Selain itu dalam penemuan ditimur terminal seloaji Ponorogo juga didapati SP 46 dan Fertilizer, padahal produk petrokimia gresik berlabel SP 36, "ini jelas-jelas usaha untuk mengelabui petani, dan akan merugikan petani yang menggunakanya", terang Agus Darmawan ketua komisi B DPRD Ponorogo saat dengar pendapat bersama dinas pertanian,beliau juga menghimbau pada dinas pertanian sebisanya untuk menghentikan peredaran pupuk berlabel phoska tersebut.
Terkait dengan beredarnya pupuk dengan label phoska itu KA Disperta Ponorogo menambahkan bahwa di Ponorogo tidak akan terjadi kelangkaan pupuk,karena dinas pertanian Ponorogo bersama-sama pihak petrokimia telah melakukan pemantauan di pasaran, juga melihat secara langsung persediaan pupuk yang ada di gudang penyanggga.Dijelaskanya stok pupuk yang ada baru terserap di bawah 50%, selain juga juga banyak petani yang beralih ke pupuk organik. Ketersediaan pupuk di Ponorogo yaitu Urea 44.601 ton, SP 36 : 11.282 ton,ZA :11.367 ton, NPK : 21.029 ton dan organik 72.534 ton, ini masih aman untuk satu musim tanam kedepan, tambah beliau. 
Ada yang menarik saat dengar pendapat antara komisi B dengan dinas pertanian terkait dalam larangan masuknya pupuk dengan label phoska tersebut,Harmanto kepala dinas pertanian Ponorogo menyampaikan bahwa dia telah mendapat SMS yang bernada ancaman yaitu, "umurmu hanya akan seumur jagung". Sementara AKP Nyoto, kasat reskrim polres Ponorogo saat dikonfirmasi  belum berani memastikan kalau pupuk itu palsu, karena masih memeriksa saksi-saksi termasuk pembelinya, dan juga menunngu hasil laboratorium dari surabaya. (ars)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

0 Response to "Pupuk Serupa Tapi Tak Sama Resahkan Petani Ponorogo"


KLINIK KANG JANA

KLINIK KANG JANA